Seberapa Kenal Kita dengan Rasulullah saw

cinta rasulullah

Iqrometro.co.id, Idola di zaman ini tak lepas dari artis ataupun tokoh pahlawan yang dibuat-buat ceritanya tau tokoh fiktif. Sebut saja tokoh superhero mendominasi menjadi idola anak-anak kita hari ini; Power Ranger, Spiderman, Kamen Rider atau tokoh fiktif lainnya. Taukah kita kalau seorang muslim harus mengidolakan sekaligus meneladani Rasulullah saw, itu adalah jalan keselamatan dan kesempurnaan jalan hidup seseorang.

Tak kenal maka tak sayang, mungkin karena itulah banyak Umat Islam yang tidak kenal dengan kemuliaan Nabinya sehingga mereka tidak mengidolakan dan menjadikan Nabi saw menjadi teladan mereka. Sesuatu yang dilihat dan didengar serta dibacanya menjadi inspirasi dalam hidupnya, itulah kenapa banyak umat Islam jauh dari kisah kepahlawanan dan keteladanan Nabi saw karena mereka tidak pernah membaca kisahnya, mendengar kisahnya, atau pun mencari tahu tentang kemuliaan Nabi saw.

Sekilas saja, tentang kemulyaan Nabi saw, maka banyak orang akan benar-benar mencintainya dan mengikutinya. Sebut saja, seorang pemimpin umat sampai harus mendekati anak kecil yang dilewatinya yang tengah bersedih karena burungnya meninggal, dia pun menghibur anak itu dan ikut berbelasungkawa, padahal saat itu tugas negara sedang dipikulnya.

Tersebut pula, Nabi saw sang pemimpin membuat penasaran para sahabatnya kala shalat namun terdengar suara gemeretak dari badan Rasulullah saw ketika memimpin shalat. Saat selesai shalat, para Sabahat bertanya suara apa kemeretak ketika shalat tadi, Nabi pun membuat buntalan di perutnya dan dikeluarkan kerikil-kerikil dalam balutan kain, itulah untuk mengganjal perut Nabi saw., karena beberapa hari tak makan, padahal dia pemimpin umat dan para sahabat bisa memberikan harta atau bahkan Nabi bisa mengambil harta semaunya, namun itulah kemuliaan Nabi saw., dia pemimpin namun juga orang yang paling nelangsa dalam kehidupannya.

Tersebut juga, Nabi saw pernah buru-buru dalam memimpin shalat dan bergegas pulang. Saat para sahabat heran dan bertanya setelah hal itu terjadi, kenapa shalatnya waktu itu terburu-buru pulang? Rasulullah saw pun menjawab kalau ada harta tersisa di rumahnya, Nabi saw teringat dalam shalatnya dan buru-buru pulang untuk membagikannya pada fakir miskin. Adakah pemimpin seperti ini sekarang sahabatku?

Tersebut pula, Nabi saw tak pernah ketinggalan setiap malam mengetuk pintu kamar puterinya dan masuk guna menyapa puterinya dan menciumnya sebagai bentuk perhatian seorang Ayah meskipun tugas perjuangan dan melindung umat serta dakwah menumpuk di pundaknya. Adakah seorang ayah di antara kita yang menyapa putra putrinya sebelum tidur sebagai bentuk kasih sayang dan parhatian?

Itulah sepenggal kisah, hanya sedikit dibanding mulianya dan betapa mulianya Nabi kita saw., lalu sudahkah kita mengenal Rasulullah saw, atau hanya sekedar mengenal namanya saja.

PR besar, semakin cinta kita kepada Rasulullah saw, semakin besar pula rasa iman dan takwa kita kepada Allah swt.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.