Rindu Putri

Lembut sayup terdengar angin berhembus
Melewati pucuk daun pinus muda merekah
Tersenyum embun pagi akan datangnya mentari
Sedang pelikan terbang bergerombol membentuk barisan
Padi-padi petani hijau dan kuning dinanti-nanti
Air sungai mengalir membasahi bumi pertiwi
Memberi harapan di kemudian hari nanti
Berharap perak menjadi emas dan kemudian menjadi berlian
Aku bermimpi bertemu putri kayangan yang suci
Yang menatapku dengan satu matanya karena yang lain tertutup rambut indahnya
Sedang aku pangeran bumi di sini
Menanti Engkau di ujung piramida suci
Berjalan bersama di tengah taman bunga yang wangi
Yang mengalirkan air bukit-bukitnya
Memercik air suci menjadi pelangi tambatan hati
Berteduh dalam kerajaan berlapis emas berlian murni
Di hibur dayang-dayang yang meyejukkan lelah diri
Tidak ada duka larapun sirna
Bahagia melanda gembira pun tiba
Menembus batas menyingkap ruang dan waktu
Rembulan tersenyum ketika khuldi sedang ranum
Tersungging senyum mentari di senja hari
Bertanda bahagia itu akan abadi

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply