Ku Rindu Gerhana Cinta

Ketika mentari meninggalkan senja
Bulan pun datang menuntun bintang
Ketika bulan beranjak pergi meninggalkan fajar menyingsing
Mentari pun datang membawa secercah cahaya hangat ke bumi
Dunia fana dunia maya dan hampa
Meskipun mentari dan rembulan bertemu pagi ini
Tetapi langit dan dunia hitam gelap adanya
Namun terlihat burung terus mengepakkan sayapnya
Sedang sang jago berkokok nyaring memekikkan dunia
Udara terus berubah menjadi angin
Berhembus terus masuk ke sendi-sendi hari
Darahpun terus mengalir ke dalam diri
Diri yang hampa dan fana
Kering gersang dan mulai tua
Bertabur noda terus dan terus tanpa terhenti
Mungkinkah aku sanggup menahan teriknya mentari di siang hari
Padahal dinginnya malam sang rembulan pun menusuk tulang-tulang
Ular-ular liar telah mengikatku kuat di leherku
Mataku pun telah hilang satu di bawa malaikat bersayap
Inginku merangkai nirwana suci yang mengalir anggur merah di bawahnya
Bertahta permata berkilau tiada duannya
Tapi apa daya tanganku tergenggam lemah tak berdaya
Setelah sekian lama engkau pergi dan tak kembali
Meski beratus-ratus tahun lamanya tetap kunanti datangnya
Ku rindu gerhana cinta

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

2 Responses

Leave a Reply