Jembatan Bralita 28 Kota Metro

Jembatan Gantung 28 di Metro Utara
Lokasi Jembatan ini adanya di daerah 28 Kecamatan Metro Utara, Jembatan ini sering digunakan warga untuk menyebrang ke daerah persawahan di sebelah seberang. Namun jembatan ini sering menjadi tempat ajang foto-foto bagi kawula muda. Untuk mencapai jembatan ini rutenya sama dengan ke arah dam raman: dari Pusat Kota Metro ke arah utara, atau ke arah 28, setelah mecapai daerah pesantren cari pank jalan seriti 2, kemudian jalan terus ke jalan jembatan gantung. Dari Jembatan Bralita ini ada sebuah kisah yang mungkin dapat dihubungkan dengan jembatan Bralita 28 Kota Metro. kisah ini berjudul Putri Bralita yang akan di jabarkan di bawah ini.

Putri Bralita

Dahulu kala terdapat sebuah kerajaan yang bernama Romalita. Kerajaan tersebut sangatlah makmur, rakyatnya hidup sejahtera dan sumberdaya alamnya sangatlah melimpah. Sang raja Roma merupakan raja yang baik dan bijaksana. Banyak rakyat yang sangat mencintainya karena sosok kepemimpinannya.
Raja Roma memiliki seorang putri yang sangat materialisme. Hidupnya selalu dihiasi dengan kemewahan. Pakain dan perhiasan yang digunakan pun sangat mahal harganya. Gaya glamornya yang suka berpesta pun merupakan ciri khasnya.
Pada suatu saat sang Putri Raja menginginkan seorang pria yang akan dijadikannya kekasih hidupnya. Sang putri pun membuat sayembara bagi siapa saja yang mampu menarik hatinya maka akan dijadikannya seorang pangeran untuk mendampinginya. Sayembara itupun tersebar hingga ke negeri seberang.
Hingga pada akhirnya banyak sekali para pria yang mencoba untuk menarik hatinya. Ada sekitar ribuan orang pria yang hendak mendaftar menjadi kekasih hatinya. Namun diantara sekian banyak itu hanya ada satu pria yang mampu menarik hatinya. Pria tersebut merupakan pengembala dari negeri seberang yang berjarak jauh dari kerajaan Romalita. Sesungguhnya pria tersebut tidak bermaksud untuk mendaftarkan dirinya menjadi seorang kekasih Ratu kerajaan Romalita. Dia hanya dipaksa oleh seorang pedagang yang nakal yang terdapat di pasar di kota Kerajaan Romalita. Pria tersebut dengan tidak sengaja mengembalakan dombanya hingga merusak tanaman milik pedagang tersebut. Hingga akhirnya pria penggembala tersebut harus mengganti semua kerugian yang ditanggung oleh sang pedagang.
Sang pengembala sesungguhnya pria yang tidak mempunyai harta yang melimpah. Sehingga untuk mengganti semua kerugian akibat domba-dombanya tersebut dia harus mebayar dengan sebuah perjanjian bahwa dia harus mau mendaftar menjadi seorang kekasih Putri dari Kerajaan Romalita. Pria pengembala tersebut memang memiliki wajah yang cukup tampan dan tubuh yang kekar.
Hingga sang Putri Kerajaan Romalita pun memilih pria pengembala tersebut. Namun pria tersebut dengan lugunya mengatakan bahwa, “Saya ini hanya rakyat biasa yang tidak mempunyai apa-apa keculai domba gembalaan ini dan saya pun tidak pantas menjadi kekasih dari Putri Kerajaan Romalita.”
Tetapi sang putri pun tidak mau tau hingga akhirnya memaksa untuk menangkap sang pengembala tersebut. Sang pengembala pun mencoba untuk melarikan diri ke arah sebuah sungai. Di bawah sungai terdapat sebuah batu besar yang dapat menyembunyikan dirinya. Di situlah akhirnya sang pengembala tinggal hingga berbulan-bulan demi untuk menghindari kejaran sang prajurit dari Putri kerajaan Romalita. Ternyata di dalam goa tersebut terdapat seorang wanita yang tangan dan kakinya terikat dengan tali. Kemudian tanpa banyak basa-basi sang pengembala pun menolong wanita tersebut. Setelah tali terlepas sang wanita pun diberinya air dari aliran sungai tersebut. Setelah tersadar dari rasa sakitnya sang wanita pun menceritakan bahwa dia adalah seorang putri yang sesungguhnya dari kerajaan Romalita, namanya Putri Bralita.
Ketika itu Putri Bralita dan Putri yang mengaku anak Raja Romalita memang memiliki wajah yang mirip. Hingga suatu saat Putri Bralita dijebak untuk di buang jauh dari kerajaan Romalita. Putri Bralita pun diikat dan dibuang di bawah sungai, dan kejadian itu tanpa diketahui oleh sang raja.
Di lain pihak, Putri yang mengaku anak raja masih penasaran untuk mencari sang pengembala yang tampan tadi. Kebetulan sungai yang sebagai tempat persembunyian sang pengembala dan Putri Bralita merupakan sungai yang besar dan dalam airnya. Hingga sang putri jahat pun memaksa para pasukannya untuk membuat sebuah jembatan besar agar sang putri jahat bisa mengejar sang pengembala.
Hari demi hari akhirnya jembatan tersebut dapat dibangun oleh para pasukan kerajaan, dan sang putri jahat pun merasa bahagia. Hingga dia merencanakan untuk mencari sang pengembala pada hari yang telah ditentukannya. Kebetulan pada hari itu hujan turun dengan lebatnya, hingga membuat jalanan becek dan licin. Pada waktu sang putri jahat dan pasukannya melewati jembatan tersebut, tiba-tiba mereka dihempas oleh angin kencang yang mengakibatkan mereka semua hanyut ke dalam sungai.
Mengetahui hal tersebut Putri Bralita dan sang pengembala pun merasa senang. Hingga akhirnya mereka berdua menemui sang raja Romalita. Mereka menjelaskan bahwa kejadian yang telah mereka alami selama ini, dan juga kejahatan yang telah dilakukan oleh putri jahat yang telah hanyut di sungai. Hingga sang raja pun merasa bahagia akhirnya sang Putri Bralita dapat kembali lagi kepelukannya. Karena kebaikan sang pengembala akhirnya sang raja Romalita menikahkan putrinya dengan sang pengembala dan sang Putri Romalita pun merasa senang dapat bersanding dengan sang pengembala. Mereka pun hidup bahagia bersama rakyat yang hidup sejahtera.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply