Menteri Nadiem Makarim dan 3 Dosa Besar di Sekolah Pendidikan Kita

Menteri Nadiem Makarim dan 3 dosa besar di sekolah

Iqrometro.co.id, Sekolah merupakan tempat menuntut ilmu, pendidikan secara formal didapatkan dari bangku sekolah. Jika ada peribahasa gantungkan cita-cita setinggi langit atau bintang, pasti jawabannya adalah sekolah dengan sungguh-sungguh.

Sungguh ada sebuah ironi dimana ada rahasia di balik nilai sekolah yang seolah sakral. Salah satu hal yang mungkin ditutupi, atau ada tapi tidak terlalu dianggap adalah adanya bullying di sekolah. Perundungan merupakan suatu hal yang mungkin lumrah di sekolah namun imbasnya sungguh besar bagi seseorang yang menjadi korbannya.

Ternyata di Indonesia sendiri kasus bullying sangat besar, Indonesia ada pada peringkat posisi kelima dari negara dunia yang paling banyak ada bullying di Sekolah. Hal ini merupakan data riset dari Programme for International Students Assessment (PISA) 2018. Dari 78 negara, Indonesia menempati nomor 5 negara dengan kasus perundungan atau bullying terbesar yaitu mencapi 41,1 persen siswa di Indonesia mengalami bullying di sekolahnya.

Menurut KPAI, paling tinggi kasus bullying adalah saat Sekolah Dasar. Oleh sebab itu, Nadiem Makarim menyebutkan ada tiga dosa besar yang terjadi di sekolah yang harus menjadi musuh bersama dan harus diselesaikan. Apa 3 besar dosa yang dimaksud Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu?

Ketiga dosa besar yang dimaksud Nadiem adalah; Intoleransi, bullying dan pelecehan seksual.

Menjadi pr bersama bagi kita semua, semua pihak baik orangtua maupun siapa saja yang ingin negara Indonesia bangkit dari keterpurukan di dunia pendidikan. Bullying harus diakhiri, intoleransi harus di sudahi dan juga pelecehan seksual harus dihentikan.

Menteri Nadiem Makarim dan 3 dosa besar di sekolah

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.