Sekolah Bisnis, Bedanya Saham Syariah dan Non Syariah

Iqrometro.co.id, Dalam berbagai macam jenis investasi, tentunya investasi dalam jual beli saham memang paling aman karena memang terawasi dengan baik oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, beberapa muslim masih meragukan sistem saham sehingga mereka masih takut untuk ikut investasi dalam jual beli saham.

Namun, kini juga muncul emiten saham syariah, dan juga penelitian tentang mana saham yang syariah dan mana yang non syariah. Sehingga, seorang muslim dapat memilih berinvestasi dengan aman dan juga sesuai syariah. Lalu, kira-kira apa sih perbedaan dari saham syariah dan non syariah sehingga dalam berinvestasi seorang muslim tak perlu ragu dalam menginvestasikan dananya.

Lalu, apa dan bagaimana bisa saham bisa disebut syariah dan ada saham non syariah atau konvensional?

Saham Syariah memiliki prinsip dan kaidahnya sendiri, berikut beberapa saham syariah berdasarkan ketentuan diantaranya;

a. Investasi pada saham atau perusahaan yang kegiatan usahanya sesuai dengan prinsip syariah

b. Semua transaksi di perusahaan emiten harus sesuai syariah dan tak boleh ada satupun transaksinya yang melanggar ketentuan syariah. Contohnya dalam prinsip jual beli, sewa, maupun bagi hasil usaha.

c. Di perusahaan tersebut konsumen berupa mitra dan bukan nasabah.

d. Adanya dewan pengawas syariah yang mengawasi kinerja perusahaan yang masuk ke saham syariah.

Secara umum di saham yang non syariah pasti menggunakan skema liberal atau bebas dalam arti tak dipengaruhi prinsip syariah. Semisal penggunaan suku bunga, orientasi keuntungan semata, hubungan bisnis adalah krediter-debitur, dan tentunya tak ada dewan syariah yang mengawasinya.

Saham non syariah contohnya seperti Bank non syariah yang menggunakan sistem suku bunga, atau perusahaan rokok. Sedangkan untuk saham syariah biasanya bank syariah dan juga perusahaan yang berlaku sistem jual beli semisal Sido Muncul ataupun Japfa.

Nah, jika kamu menjadi pemegang saham maka saat membuka akun, tautkan dan pilih akun syariah, maka kita secara otomatis akan gagal membeli saham yang bukan syariah karena sudah terstruktur dalam pengaturannya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.