Goa Warak dan Goa Singa di Kota Metro

Di Kota Metro terdapat wisata alam yang masih sangat alami, yaitu goa warak dan goa macan. Mungkin bagi masyarakat Kota Metro hal ini tidak terlalu asing. Goa ini diperkirakan sudah ada sejak zaman dahulu kala. Ada sebuah kisah yang mungkin bisa dikaitkan mengenai goa tersebut.
Kisah ini berawal dari si Plenak dan Plenuk, mereka adalah saudara kembar yang lahir di sebuah desa yang sangat aman dan damai. Plenak merupakan lelaki tampan dan kuat, serta tegas jika berbicara. Ibarat kata si Plenak adalah singa yang merupakan raja hutan. Sedangkan si Plenuk merupakan lelaki kuat dan memiliki tubuh yang sangat proporsional, akan tetapi ketampanannya sangat jauh dari si Plenak. Jika diumpamakan si Plenuk adalah seekor badak yang kuat.
Pada suatu hari si Plenak sedang melakukan perburuannya di sebuah hutan yang masih sangat liar. Hutan tersebut memiliki pohon yang sangat tinggi dan besar. Selain itu di hutan tersebut masih banyak terdapat binatang liar yang suatu saat bisa memangsanya.
Hingga di suatu tempat, di tengah hutan tersebut, si Plenak bertemu dengan seorang kakek tua yang sangat renta sedang mencari kayu bakar. Kakek tersebut terlihat sangat kesusahan membawa tumpukan kayu yang dikumpulkannya. Dengan penuh rasa iba akhirnya si Plenak menawarkan dirinya untuk membawakan kayu tersebut. Namun sungguh sangat terkejutnya si Plenak, tiba-tiba kakek tersebut menolak bantuannya dengan sangat kasar.
“Pergi kamu!! Pasti kamu akan berbuat jahat kepadaku ya??!, kakek tersebut berkata dengan lantangnya.
Plenak pun menjawab, ‘Tidak Kek….saya ikhlas menolong kakek”.
“Tidak perlu, saya tidak perlu bantuanmu”, jawab kakek tersebut.
Dengan hati yang dongkol bercampur marah, si Plenak pun meninggalkan kakek tersebut.
Di lain tempat si Plenuk pun sedang bersantai ria di sebuah pinggir sungai sambil berdendang lagu-lagu cinta. Hari itu memang si Plenuk lagi tidak ada kerjaan yang mengharuskannya dia bekerja. Dengan penuh santai si Plenuk pun terus menikmati kebebasannya. Tiba-tiba ada seorang kakek tua menghampirinya, dengan seorang gadis hitam manis dengan rambut panjang terurai.
Si kakek bertanya, “Nak saya mau bertanya, dimana saya bisa menemukan tempat beristirahat yang nyaman ya??”.
Plenuk pun menjawab, “Cari aja sendiri kek, jangan ganggu, saya lagi tidak bisa diganggu.”
“Tolong lah Nak…, saya sudah berjalan jauh, dan saya merasa lelah sekali”, pinta sang kakek.
“Sudah pergi sana!!!”, hardik si Plenuk.
Dengan perasaan sedih akhirnya sang kakek meninggalkan si Plenuk.
Suatu saat si Plenak dan si Plenuk berjalan bersama menuju sumber air di desa mereka untuk melakukan aktifitas mandi sore. Di tengah perjalanan mereka berdua bertemu seorang gadis hitam manis brambut panjang terurai. Tiba-tiba mereka coba menggodanya.
Si Plenak pun bersiul seraya berkata, “Hai gadis…. mau ke mana sore-sore begini”.
Si Plenuk pun tidak mau kalah untuk menggoda, “Hai cantik, mau ditemani tidak jalan-jalannya.”
Entah apa penyebabnya tiba-tiba mereka saling berbantahan.
“Itu jatah saya”, kata si Plenak
“Tidak bisa itu punya saya”, kata si Plenuk
Dan akhirnya terjadilah pertengkaran antara mereka berdua. Hingga akhirnya membuat keduanya luka-luka. Si Plenak luka di bagian wajahnya hingga mengeluarkan banyak darah. Sedangkan si Plenuk mengalami patah tangan kirinya. Setelah itu mereka terhenti dengan sebuah langkah tua dari seorang kakek. Betapa terkejutnya mereka ternyata kakek tersebut adalah ayah dari si gadis yang telah membuat mereka berkelahi.
Dengan santainya si kakek pun berkata kepada mereka berdua,”Apa yang kalian perebutkan dari anak saya??!”.
“Jangan coba-coba mengganggunya”, hentak kakek tua tersebut.
“Itulah akibatnya jika kalian berdua mengganggunya”, jelas kakek tersebut.
“Sebagai hukumannya kalian akan saya kurung di dalam goa tua ini, sampai ada seorang gadis yang baik dan mulia hatinya yang akan menolong kalian suatu saat nanti”, terang kakek tua tersebut.
Dengan sangat kasarnya kakek tua tersebut menarik si Plenak dan si Plenuk masuk ke dalam goa. Si Plenak dimasukkan ke dalam goa yang sebelah kanan, sedangkan si Plenuk dimasukkan ke dalam goa sebelah kiri.
Hingga sampai sekarang di daerah Kota Metro tersebut terdapat dua goa di ujung sebelah timur kota. Goa tersebut lebih terkenal dengan goa warak yang mana itu merupakan perlambang dari seekor badak yang kuat dan memiliki badan yang kekar. Dan yang satu lagi adalah goa singa yang merupakan tempat di mana si Plenak diberi hukuman kurungaan karena perbuatan usilnya telah menggangu anak si kakek tua.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply