Usaha Tahu Lampung Timur: Tahu Pak Sumari

Usaha pembuatan Tahu Desa Giriklopomulya

Tahu adalah makanan yang dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan dan diambil sarinya. Berbeda dengan tempe yang merupakan makanan asli Indonesia, tahu berasal dari negara China, kemudian menyebar ke Asia Tenggara lalu juga akhirnya menyebar ke seluruh dunia. Sebagaimana tempe, tahu dikenal sebagai makanan rakyat. Beraneka ragam jenis tahu yang ada di Indonesia umumnya dikenal dengan tempat pembuatannya, misalnya tahu Sumedang.
Di desa Giriklopomulya Kecamatan Sekampung terdapat usaha pembuatan tahu. Usaha ini didirikan oleh bapak Sumari dan ibu Yona. Dalam usahanya mereka tidak sendirian melainkan memperkerjakan tenaga kerja atau karyawan yang terdiri dari 6 orang, yaitu 5 orang yang membuat tahu dan satu orang khusus yang menggoreng tahu.
Usaha yang diberi nama Industri Rumah Tangga ini merupakan usaha yang di mana omset atau penghasilannya sangat besar yaitu sekitar 1 juta perhari, tutur dari kata pak Sumari pemilik usaha pembuatan tahu ini.
Cara pembuatan tahu ini awalnya kedelai ditampi untuk dipilih biji yang besar, kemudian kedelai cuci, lalu direndam dalam air selama kurang lebih 6 jam, setelah direndam kedelai ini dicuci lagi selama setengah jam, setelah itu kedelai dibagi-bagi dan diletakkan di dalam wadah yang terbuat dari bambu atau plastik, kemudian kedelai digiling sampai halus, dan butir kedelai ke dalam tempat penampung, setelah itu butir kedelai langsung direbus sampai mendidih didalam wajan berukuran besar, lalu bubur kedelai dipindahkan dari wajan ke bakatau tong untuk disaring dengan kain mori kasar yang telah diletakkan pada angkar bambu agar semua sari dalam bubur kedelai tersaring semua, pada kain itu diletakkan sebuah papan kayu dan seseorang naik di atasnya dan menggoyang-goyangnya. Limbah penyaringan yang disebut ampas tahu diperas lagi dengan menyiram air dingin, sampai tidak mengandung sari lagi. Penyaringan dilakukan berkali-kali hingga bubur kedelai habis. Setelah itu air saringan yang tertampung dalam tong dicampur dengan asam cuka agar menggumpal, setelah itu air asam dipisahkan dari gumpalan dan disimpan, sebab masih dapat digunakan lagi. Gumpalan yang mengendap dituangkan dalam kotak berukuran kurang lebih 50 x 60 cm2 dan dialasi kain belacu. Adonan tahu kotak dikempa selama satu menit, sehingga air yang masih tercampur dalam adonan tehu itu terperas habis. Adonan berbentuk kotak yang sudah padat dipotong-potong, misalnya dengan ukuran 6 x 4 cm2. Dan tahu pun siap dijual untuk para pelanggan-pelanggannya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply