Kripik Pisang Tunas: Jajanan Khas Kota Metro

Keripik Pisang Tunas
Keripik merupakan salah satu makanan ringan yang banyak diminati oleh banyak orang. Salah satunya adalah keripik pisang yang dibuat dengan bahan utama pisang. Pisang telah mampu dibuat dalam berbagai aneka keripik, baik yang dibuat dengan cara sederhana hingga dengan cara yang bisa dikatakan lebih moderen. Salah satunya adalah kripik pisang tunas, yang merupakan keripik andalan Bapak Bambang dan istrinya. Beliau merupakan penduduk asli Kota Metro, yang menekuni usaha keripik pisang ini sejak tahun 2005. Lokasinya yaitu di Rt. 11 Rw. 05 Jalan Mujahir No. 27 Kelurahan Yosodadi, 21 P Metro Timur. Dalam pembuatan keripik pisang ini beliau juga dibantu oleh para pekerjanya, yang merupakan warga sekitarnya. Awal mula dari usaha ini adalah ketika bapak Bambang beserta istrinya berinisiatif untuk membuat usaha yang diminati banyak orang dengan harga beli yang tidak terlalu mahal.
Pisang yang digunakan dalam pembuatan keripik pisang tunas ini adalah pisang kepok. Untuk cara pembuatan kripik pisang tunas milik pak Bambang ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pembuatan kripik pisang yang dibuat di tempat-tempat lain.
Semua terbuat dari bahan pisang dengan cara dan alat yang relatif sama, yaitu: (1) pengupasan pisang; (2) pencucian; (3) pemotongan atau pemasahan; (4) penggorengan; (5) pemberian rasa atau bumbu. Pada tahap pemberian rasa atau bumbu inilah yang akan membuat beda keripik pisang pak Bambang denga keripik pisang yang lainnya. Banyak pelanggan yang membeli mengatakan bahwa keripiknya mantab, gurih, dan nikmat rasanya, serta bikin ketagihan.
Keripik pisang tunas milik pak Bambang ini tersedia dalam 14 macam rasa, diantaranya rasa: balado, cokelat, mocca, kopi, keju, jagung bakar, jagung manis, barbeque, melon, durian, strawberry, blueberry, gurih, manis. Semuanya itu dijual dengan harga Rp. 10.000 perbungkus. Untuk penjualan sampai saat ini masih sekedar di toko depan rumah dan melayani pemesanan. Dari usaha ini pak Bambang memiliki omset sekitar Rp. 4.000.000 dalam satu kali pembuatan. Dan biasanya dalam satu kali pembuatan keripik akan habis dalam waktu satu sampai dua hari saja.
Dengan usaha ini beliau mampu mencukupi keluarganya dan menyekolahkan anaknya hingga ke pendidikan kepolisian. Keripik pisang ini menjadi salah satu makanan oleh-oleh khas Metro Lampung. Bahkan keripik pisang tunas ini pernah mendapatkan piagam penghargaan dari Gubernur Lampung, sebagai salah satu pemberdaya suasembada pangan di Provinsi Lampung, yang mana pada saat itu dijabat oleh bapak Syahrudin ZP. Inilah berkat adanya inovasi dan kesungguh-sungguhan, kini pak Bambang memiliki penghasilan yang lumayan banyak.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply