Basreng Pak Sigit: Kota Metro

Berawal dari perginya pak Sigit ke Batam untuk bekerja ternyata dia menemukan ide membuat usahanya sendiri di sana, ternyata apa yang menjadi ide pak Sigit adalah membuat basreng. Setelah kepulangannya di Metro dia mempunyai inisiatif untuk membuat basreng karena melihat target pasar yang di sekeliling anak kost-kosan dan pusat keramaian di Kota Metro. Modal yang dikeluarkan pun tidak sedikit karena mengeluarkan dana kurang lebih 3.000.000 namun semuanya terbayarkan karena penghasilannya selama sehari terbilang lumayan yaitu 300-400 perhari, jadi bisa dibayangkan saja penghasilan bapak Sigit selama sebulan. Harga basrengnya pun relatife murah, hanya 5000 saja kita sudah dapat mencicipinya, begitu pun dengan bakso bakarnya hanya 1000 rupiah pertusuknya. Namun ada saja kendala dalam setiap usaha, kalau sudah begini apa mau dikata. Biasanya pada saat musim penghujan omset menurun untuk mengantisipasinya bapak Sigit mempunyai berbagai cabang yang ada di sekitar Metro juga. Sedangkan pak Sigit ini berjualan di depan SMPN 4 dari jam 09.00-16.00. Kemudian penghasilan yang ada di taman kota berkisar 700 – 800 perhari tergantung minat konsumen untuk membelinya.
Untuk bahan-bahan pembuatan basreng sendiri sangat mudah ditemukan disekitar kita. Bahan yang diperlukan seperti:
• Aci 5 kg
• Ikan 2kg
• Telur
• Masako
• Garam
• Minyak
• Cabai bubuk dll
Untuk yang penasaran dengan cita rasanya silahkan saja mampir di lapangan kampus tepatnya di depan SMPN 4 Kota Metro.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply