Aktualisasi Peran Ibu Dalam Pendidikan Anak

Secara konseptual kecerdasan Spiritual Anak terdiri dari tiga gabungan kata antara Kecerdasan, Spiritual dan Anak. kecerdasan berasal dari kata cerdas yaitu sempurna perkembangan akal budi untuk berfikir dan mengerti. Spiritual berasal dari kata spirit yang berasal dari bahasa latin Spiritus yang berarti napas. Dalam istilah modern mengacu kepada energy batin yang non-jasmani yang meliputi emosi dan karakter.

Menanggpi banyaknya kekerasan terhadap anak yang di sebabkan oleh orang tuanya sendiri. Di sini mencoba untuk mengulik sedikit hati para orang tua agar lebih perhatian terhadap anak. “Data permasalahan anak Indonesia pada 2015 ada tren membaik dibanding 2014. Angka kekerasan secara kumulatif menurun dibanding 2014,” kata Asrorun di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 12 Januari 2016. Asrorun mengatakan angka kekerasan itu dihitung berdasarkan pengaduan dan pengawasan yang dilakukan KPAI. Berita tersebut berdasarkan info dari KPAI.

Ketika anak lahir pertama kali yang akan dekat denganya adalah seorang ibu, sebab anak akan mendapatkan asi, dan secara otomatis ia akan mendapatkan pendidikan langsung yang tertanam dari ibunya, apa saja prilaku ibunya akan direkam lewat indranya yang belum sempurna, mulai dari memandang ibunya ketika menyusui melalui rabaan atau melalui senyuman dan pandangan sang ibu terhadap anaknya, semua itu berperan bagi anaknya menuju kedewasaan.

Sesibuk apapun orang tua dalam menekuni profesinya, sangat dilarang meninggalkan anak-anaknya terlantar karena kurang mendapatkan perhatian, sangat disayangkan jika fitrah suci terkontaminasi oleh sifat-sifat jahat karena tidak mendapatkan pola pendidikan yang benar dari orang tuanya.

Kegiatan agama adalah cara praktis untuk “tune in” dengan sumber dari segala kekuatan. Ambilah bola lampu listrik di rumah anda. Bahaslah bentuknya, strukturnya, komponen-komponennya, kekuatan cahanya, voltasenya dan sebagainya. Kegiatan agama adalah kabel yang menghubungkan bola lampu itu dengan cahaya. Ritual agama dalam bentuk apapun mengangkat manusia dari pengalaman fisikal dan material ke pengalaman spiritual. Untuk itu, kegiatan keagamaan tidak boleh dilakukan dengan terlalu banyak menekan hal-hal yang formal. Berikan kepada anak-anak kita makna batiniah dari setiap ritual yang kita lakukan.

Keterampilan seperti ini tidak cukup hanya dibicarakan. Jika anak usia pra- sekolah mengalami sendiri bagaimana penderitaan yang dirasakan oleh orang lain, maka langkah inilah yang terbaik. Apabila orang tua bertekad untuk membantu orang lain, mereka hendaknya mengikut sertakan anak-anak meereka karena pengalaman ini tidak hanya akan mengajari mereka lebih peduli pada orang lain, tetapi juga mengajarkan keterampilan-keterampilan sosial yakni pentingnya kerja sama, kesetiaan dan ketekunan.

Kegiatan-kegiatan sosial, seperti ikut serta dalam kerja bakti dilingkungan sekitar rumah, menghimpun bantuan untuk korban bencana alam, membantu anak-anak yang masih kecil dan lain sebagainya yang mungkin terkesan sederhana tetapi setelah didalami dan menurut orang lain bahwa betapa perbuatan yang sangat sederhana itu mampu membuat orang lain bahagia. Apabila melakukan perbuatan baik ini sudah menjadi kebiasaan, pada akhirnya seorang anak akan ketagihan melakukan perbuatan-perbuatan baik tersebut dan mereka akan mencari jalan sendiri untuk melakukan lebih banyak lagi perbuatan-perbuatan baik. Mari kita menjadi orang tua yang baik agar anak-anak kita kelak menjadi anak yang baik pula bagi bangsa dan agama.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply