Kue Mbah Yasak: Kuliner Kota Metro

MBAH-MBAH KUE

Subhanallah sangat mengharukan saat melihat mbah-mbah yang setiap pagi berkeliling komplek 15A dengan suaranya yang begitu keras menawarkan kue-kuenya “Kue adek….adek kue mboten”, seru si mbah, beliau berjalan menelusuri komplek dengan membawa kue yang ditaruh di atas kepalanya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari sasaran utama Si Mbah adalah anak-anak kostan. Mbah ini bernama Mbah Yasak, berumur 70 tahun (red.2017), beliau sudah berjualan kue selama 20 tahun (1997), kue yang dijualnya pun sangat terjangkau hanya dengan 500 sampai 3000 saja dan Mbah Yasak bisa mendapat keuntungan 15000 per harinya, karena usia Mbah Yasak sudah semakin tua jadi beliau memilih untuk mengambil dagangan di tempat orang dan menjualnya, dahulu Mbah Yasak memproduksi sendiri saat masih kumpul dengan anak-anaknya, tapi semenjak anaknya semakin besar dan Mbah Yasak tidak ada yang membantu lagi maka beliau membeli dan menjualnya. Rumah Mbah Yasak berada di samping gedung vihara, Mbah Yasak seorang perantau beliau asli penduduk Yogya tepatnya di samping Gembiraloka, beliau merantau karena ingin melihat keadaan di sini. Zaman penjajahan dan Mbah Yasak tidak bisa kembali ke Yogya karena tidak memiliki uang, akhirnya Mbah Yasak menikah dan mempunyai 2 orang anak. Setelah itu suaminya meninggal dunia Mbah Yasak tidak mempunyai apa-apa. Mbah Yasak ikut dengan orang dan disisa-sisa hidupnya sungguh malang nasib Mbah Yasak. Alhamdulillah hari ini berkat perjuangannya selain berdagang Mbah Yasak juga menggarap sawah yang berada di belakang rumahnya, alhamdulillah hasilnya dapat membantu Mbah Yasak memenuhi kebutuhannya. Penulis sangat terinspirasi dengan perjuangan Mbah Yasak yang mempunyai semangat tinggi dalam menjalani kehidupan ini, semoga Mbah Yasak selalu diberi kesehatan panjang umur dan selalu diberi kesabaran dalam mengahadapi kerasnya dunia yang semakin maju.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply