Warung Pecel Mbah Suti: Gunung Sugih Lampung Tengah

Warung Pecel Mbah Suti
Mbah Suti adalah nama seseorang yang sudah tidak asing lagi didengar lagi bagi desa Banjar Sari Kecamatan Gunung Sugih. Berawal dari warung pecel uleg yang berdiri sejak tahun 2000-an, nama mbah suti menjadi terkenal atas pecel uleg-nya tersebut. Rasa yang enak dan khas, membuat pelanggan pecel uleg mbah Suti, tidak hanya berdatangan dari penduduk setempat saja, melainkan dari desa tetangga. Hal ini dikarenakan pecel uleg mbah Suti mempunyai rasa yang sangat khas, selain itu tempat yang digunakan untuk berjualan sangatlah strategis yang terletak di pinggir jalan raya dan banyak kendaraan yang melintas. Untuk itulah banyak yang mampir ke warung mbah Suti untuk menikmati pecel uleg buatannya.
Bumbu pecel uleg mbah Suti, sebenarnya hampir sama dengan bumbu pecel uleg pada umumnya, yang terdiri dari kacang goreng, bawang putih, kencur, gula merah, cabai dan garam. Hanya saja mbah Suti menambahkan kacang goreng dan gula merah agak banyak, sehingga bumbu pecelnya menjadi mengental dan pekat. Hal inilah yang membedakan pecel ini berbeda rasanya dengan yang lain.
Dalam sehari mbah Suti biasanya membuat 5kg lontong untuk di sajikan kepada pelanggannya. Biasanya tidak sampai sore hari dagangannya laris di serbu oleh pembeli. Pecel uleg mbah Suti, dilengkapi oleh sayur-sayuran seperti; daun singkong, kacang panjang, toge, sawi, peretan kates, genjer, timun dan sayuran segar lainnya. Selain itu, pelanggan dapat memilih sayuran apa yang akan dicampurkan dalam pecel uleg yang akan dinikmati olehnya. Bumbunya yang kental serta rasanya yang lezat, membuat pecel uleg ini sangat disukai pelanggan dan rasanya tiada dua.
Selain rasanya yang enak dan bumbunya yang kental, Mbah Suti menjual pecel ulegnya dengan porsi yang sangat banyak namun harganya relative murah yaitu Rp 4000 per porsi. Dengan harga yang murah, pembeli sudah dapat makanan yang lezat dan mengenyangkan. Selain menjual pecel uleg, mbah Suti juga menyajikan es dan gorengan sebagai pelengkap dalam meyantap pecel ulegnya dengan harga yang sangatlah terjangkau. Oleh karena itu, warung pecel ini tidak sepi didatangi oleh pengunjung.
Setiap harinya mbah Suti tidak berjualan seorang diri, melaikan dibantu oleh suaminya yaitu mbah Mol. Selain menjadi suami, mbah Mol juga turut serta membantu istrinya untuk mempersiapkan barang dagangnya, mulai dari membuat lontong, mengirisi sayuran, menyiapkan bumbu-bumbu, membuat es, membuat adonan gorengan dan lainnya. Kedua orang tua ini sangat kompak untuk menyajikan barang dagangannya.
.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply