Tokoh Wirausaha Lampung Timur: Pak Sarjono

Membangun Sukses Dengan Karya Bapak. Sarjono
Hangatnya sinar matahari pagi memberikan semangat bagi setiap insan yang berprestasi dalam bekerja. Begitu pula dengan bapak tiga orang anak ini, meski usianya sudah mencapai 53 tahun namun Bapak Sarjono tetap semangat dalam membangun karya-karyanya yakni membuat lemari dari alumunium. Usaha ini dirintisnya sejak 5 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2013 saat putri sulungnya duduk di bangku kelas 2 SMA dan kini putrinya sedang menempuh pendidikan di STAIN JURAI SIWO METRO yang saat ini sudah menjadi IAIN METRO. “Awalnya hanya iseng-iseng saja main ke toko alumunium dan melihat cara membuatnya” tutur pak Sarjono. Kemudia beliau mencoba membuat sendiri di rumah dan memajangnya di depan rumah dengan memberinya tulisan “Dijual”. Setelah beberapa hari akhirnya ada yang datang ke rumah dan bertanya tentang lemari itu, kemudian tawar menawar mengenai harga hingga akhirnya terjadilah jual beli. Dari situlah bapak tiga orang anak tersebut memulainya usahanya.
Lemari pertama yang dibuat oleh beliau adalah lemari baju, setelah beberapa kali beliau membuat lemari baju kemudian beliau mencoba menciptakan inovasi baru yaitu membuat lemari rak piring, buvet, lemari sudut, kitchenset/ lemari yang biasa ditempel di dapur, meja rias, dan masih banyak lagi macamnya. Usaha pak Sarjono ini berada di rumahnya yaitu di Dusun Muji Rahayu II Desa Sumberrejo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur. Meski sudah banayak pesanan namun beliau tetap tidak mau mempekerjakan karyawan karena beliau tidak mau mengecewakan para pembelinya. Namun jika teman-teman berkenan untuk belajar membuat kerajinan apapun yang terbuat dari alumunium silahkan datang ke kediaman beliau, di tengah kesibukannya, beliau tetap berkenan menerima siapa saja yang datang ke rumah untuk belajar, karena beliau menginginkan generasi-generasi yang akan meneruskan usahanya dengan kualitas terbaik serta semangat mudanya.
Selain kegiatannya membuat lemari, beliau juga adalah seorang petani yang ulet dan peternak yang ulung. Pada tahun 2004 beliau sukses dengan ternak kambingnya, dengan semangat dan kegigihannya pada waktu itu beliau mempunyai 27 ekor kambing, saat itu di Desa tersebut tidak ada yang memiliki kambing sebanyak itu, oleh sebab itu beliau mendapat julukan juragan kambing. Usahanya berhenti bukan karena bangkrut namun karena tenaganya yang sudah tidak mampu untuk merumput, kemudian kambing-kambingnya dijual untuk membiayai sekolah anak-anaknya dan mengganti ternaknya sapi. Waktu itu hanya satu ekor sapi yang dipeliharanya “untuk simpanan” tutur pak Sarjono, hingga saat ini jumlahnya ada tiga dan mengurusnya dibantu oleh anak laki-lakinya yang kini duduk di bangku kelas 1 SMA. Semangat yang begitu bergairah menjadikan inspirasi bagi pemuda dan pemudi untuk menemukan jati dirinya dan mengerti bahwa kesuksesan tidak hanya pada satu arah saja, bahkan banyak cara untuk kita menjadi sukses.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply