Sayur Mayur Ibu Rumiyati: Pasar Templek 39 Lampung Timur

Sayur Mayur Ibu Rumiyati
Suasana malam yang begitu dingin, biasanya jika kita terbangun dan kita dapati bahwa jam masih menunjukkan pukul 04.00 WIB, pasti kita lebih memilih untuk menarik selimut dan tidur kembali. Namun berbeda dengan ibu Rumiyati, beliau adalah pedagang sayur mayur di pasar templek 39 batanghari. Setiap jam 04.00 pagi beliau bangun dan bersiap-siap berangkat ke Pasar Metro guna berbelanja sayur-mayur dan bumbu-bumbu dapur lainnya untuk dijual kembali di pasar templek. “Saya lebih suka belanja di malam hari daripada siang, karena kalau malam sayurannya masih segar dan jalannya juga tidak ramai”, begitu tutur ibu Rumiyati. Ibu Rumiyati adalah orang yang sangat selektif dalam memilih barang-barang akan beliau jual, sayur mayurnya segar-segar.
Ibu Rumiyati berdagang di pasar templek sudah cukup lama, sekitar kurang lebih 14 tahun (sejak 2003). Beliau adalah orang yang sangat gigih, dari berjualan di emperan sampai sekarang sudah mempunyai toko sendiri. Usianya masih lumayan muda, sekitar 38 tahun. Selain sayur mayurnya yang segar, harganya juga terjangkau. “Banyak mahasiswa dan mahasiswi maupun anak-anak pondok 39 yang berbelanja ke sini” tutur bu Rumiyati. Ibu Rumiyati juga orangnya jujur, ketika ada barang yang cacat pasti ia beritahukan kepada pembelinya. Satu hal yang bisa kita pelajari dari ibu tiga anak itu adalah semangat yang tidak pernah pudar.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply