Rujak Bebeg Pak Mardi

Mardi Arianto (35) pedagang rujak bebeg yang saat ini berdomisili di desa Citerep Natar Lampung Selatan. Pak Mardi merintis karir berjualan rujak bebeg di daerah Untung Suropati Bandar Lampung awalnya hanya beberapa orang saja yang tertarik dengan makanan khas Bandung tersebut tapi karena rujak bebeg Pak Mardi memiliki ciri khas yang berbeda sehingga banyak sekali respon positif dari masyarakat sekitar dan bahkan karna iklan dari mulut ke mulut (pada waktu itu belum social media belum menjamur seperti saat ini) banyak warga dari luar daerah Bandar Lampung mencari beliau “Pernah dulu itu ada bapak-bapak katanya dari Gunung Sugih nyari rujak saya karena istrinya ngidam” kata Pak Mardi. Setelah 8 bulan Pak Mardi di sana beliau memutuskan untuk pindah di daerah yang jaraknya dekat dengan rumahnya. Pak Mardi memutuskan untuk berjualan di bawah flyover Natar. Pak Mardi sudah berjualan sejak 2011 lalu hingga saat ini. Selama perjalanan hampir 7 tahun kendala yang sering dialami Pak Mardi adalah ketika suasananya sedang tidak bersahabat atau hujan banyak pembeli yang memutuskan lebih membeli makanan hangat ketimbang membeli rujak beliau alhasil hal tersebut dapat mengurangi pendapatan yang didapatkan. Pendapatan bersih yang Pak Mardi peroleh dalam sebulan bisa mencapai 3 juta rupiah “ya Alhamdulillah sih mba kalo untuk nabung bisa sampai 3-5 juta perbulan itu udah dipotong belanja bahan sama makan sehari-hari kalo anak kan belum sekolah masih 4 tahun” akui Pak Mardi. Alasan pertama Pak Mardi memilih terjun ke dunia rujak bebeg bermula dari melihat pedagang di daerah kelahirannya dan berpikir bahwa di daerah tempat dia tinggal masih jarang sekali penjual rujak bebeg sehingga dia memberanikan diri memulai usahanya itu.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply