Kuliner Kota Metro: Angkringan Khas Djogja Dab Otek

Berbicara tentang angkringan, tentu banyak sekali kita temui penjual angkringan di kota Metro. Salah satunya adalah angkringan Mas Okta Haryanto yang terletak di jalan Kerinci No 22 Metro Timur (Tepatnya di belakang RSU Ahmad Yani). Angkringan Dab Otek ini terkenal dengan makanan khas Djogja yang menjadi makanan favorit pelanggan. Mas Okta adalah orang asli Djogja, Otek adalah nama karapan mas okta sejak kecil. Setelah menikah ia mulai buka angkringan perdana di Area Kampus pada tanggal 27 Juni 2015. Setelah itu pindah di belakang RS Santa Maria pada bulan Januari 2016, kemudian yang terakhir menetap di depan rumah tercinta di 22. Mas Okta memilih halaman rumah sebagai tempat berjualan karena menurutnya adalah tempat paling nyaman dan jauh dari keramaian, kebanyakan pelanggan mas Otek adalah mahasiswa IAIN Jurai Siwo Metro. Uniknya mengenai menu yang disajikan di angkringan ini memiliki filosofi tersendiri, seperti yang dikatakan mas Otek “Dodol sate usus ben dowo ususe (sabar yang amat sangat), dodol sate ati ben sugih ati (nerima ing pandhum), dodol ceker (ben iso ceker-ceker) mencari rejeki, dodol kepala ayam (kepala kui mustaka (kehormatan) harus bisa menghormati orang lain, dodol sate ndog gemak cilik dan bulat (berawal dari hal kecil untuk bertekat bulat dalam hal yang baik, Sego kucing atau nasi kucing menandakan sifat kesederhanaan, Nasi bakar walaupun luarnya hitam terbakar tapi dalamnya putih bersih dan nikmat, (jadi orang jangan melihat luarnya saja, yang hitam belum tentu kelam, dodol susu jahe perpaduan antara manis dan pedas (walaupun berbeda sifat jika disatukan akan terasa nikmat dan bahagia).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply