JUALAN KONDOM HINGGA PALSUKAN SERTIFIKASI HALAL MUI

kondom halal mui

Iqrometro.co.id, Nabi kita Muhammad saw jauh – jauh hari sudah menyebutkan, kalau pedagang yang jujur akan bersama Nabi saw di surga. Itlah sebabnya menjadi pedagang yang jujur dan amanah itu sangat sulit. Ketika berdagang, yang pertama di pikiran adalah keuntungan, jika sudah untung maka terkadang dalil dipelesetkan dan bahkan cenderung tak lagi menggubris urusan halal dan haram.

Sama seperti sedang ramai viral sebuah isu soal klaim sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh MUI terkait halalnya kondom. Hal itu tertulis di sebuah status Facebook, milik Hertina Mustika Wati baru-baru ini yaitu tertanggal 7 Desember 2020.

Dalam unggahan tersebut, ada dimana gambar seorang wanita memakai cadar namun bagian bawahnya terbuka. Meskipun hanya sketsa dan bukan asli, namun jelas merusak citra wanita muslimah. Tertulis pula dalam status tersebut bahwa kondom sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI dan bahkan tertulis mengandung air zam zam sehingga penggunaan kondom itu halal.

Apakah memang faktanya demikian?

Dalam hal ini, MUI pun langsung mengklarifikasinya. Wakil Direktur LPPOM MUI yang berkaitan dengan pengkajian pangan, obat dan kosmetik yaitu Muti Arintawati menyebutkan bahwa MUI tidak pernah mengeluarkan sertifikasi halal soal penggunaan kondom. Muti juga menyebutkan, memang ada salah satu produsen kondom yang meminta sertifikasi halal dari MUI dan mengajukannya. Namun, sedari awal MUI berkomitmen memutuskan tak perlu melabeli sertifikasi halal dalam masalah produk kondom karena hal itu tidak diperlukan.

Terkait dalam gambar, soal klaim sertifikasi halal dari MUI untuk produk kondom tersebut. MUI menegaskan bahwa itu ilegal, entah lembaga mana yang memberikan label halal pada produk itu. Yang jelas, bukan dari MUI.

Tidak benar MUI memberikan sertifikasi halal pada kondom. Artinya, berbagai macam cara orang lakukan bisa jadi hanya mengejar keuntungan dunia, meskipun melakukan kecurangan dan gharar atau ketidakjelasan. Maka, harus berhati-hati apalagi klaim palsu yang artinya akan membuat kebohongan. CUkuplah, kebohongan itu merupakan suatu hal yang bisa merusak iman seseorang.

Nah, hati-hati ya Sobat.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.