DOSA DAN DOA TURUNAN

Pernahkah dalam hidup kita mengalami hal yang mungkin kita sendiri bingung mengapa hal tersebut terjadi. Mungkinkah kita mempercayai bahwa adanya konsep dosa dan doa turunan. Dimana kita tidak pernah berbuat salah tetapi kita mengalami efek atau peristiwa yang seolah-olah hal tersebut adalah efek dari perbuatan kita. Mungkin kita tidak akan merasa khawatir jika hal tersebut berefek positif tetapi sebaliknya jika hal tersebut berefek negatif pasti akan sangat berpengaruh dalam keberlangsungan hidup kita.
Sebagai contoh misalnya, kita mengetahui bahwasanya dahulu orang tua kita pernah membohongi seseorang yang berakibat orang tersebut merugi sangat banyak sehingga rusaklah kehidupan orang tersebut. Akan tetapi sekarang kita mengalami hal dengan nasib yang sama dengan orang yang pernah dibohongi oleh orang tua kita atau bahkan kakek atau moyang kita.
Untuk contoh yang nyata misalnya yang saya alami. Pernah saya mengalami hal yang menurut saya sangat menyakitkan, bahkan sampai-sampai membuat saya sangat tertekan. Kemudian sayapun berfikir apakah kesalahan yang pernah saya lakukan hingga saya mengalami hal yang seperti ini. Kemudian dengan ketidak sengajaan saya mendengar cerita dari orang tua saya bahwasanya kakek saya dahulu pernah berbuat suatu hal yang sampai menyakiti seseorang. Orang tersebut sampai-sampai terus memiliki dendam dengan keluarga saya.
Dari cerita tersebut di atas apakah memang benar adanya dosa turunan atau tidak. Hal yang seperti itu sering sekali saya alami dan saya mencoba untuk memaknainya dengan dosa turunan. Dasar saya adalah dari teori bahwasannya ada tiga hal yang tinggalkan seseorang jika seseorang itu meninggal dunia yaitu: amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang saleh. Dan juga teori tentang perintah aqiqah dimana si anak tergadai oleh orang tuanya. Dari dua teori tersebut nyatalah bahwa ternyata antara anak dan orang tua saling berhubungan secara lahir dan batin.
Di lain hal ada lagi cerita tentang doa turunan. Dimana saya mempunyai kawan yang merupakan keturunan Kiyai, moyang, kakek dan ayahnya adalah seorang kiyai. Kawan saya tersebut sangatlah beruntung dalam hal kehidupan sehari-harinya. Dia memiliki istri yang bisa dikatakan cantik dan juga masalah keuangannya pun selalu lancar tidak bermasalah. Ketika saya mencoba mencari tahu tentangnya lebih jauh, dia pun bercerita bahwa ketika akan melakukan sesuatu dia selalu meminta doa dengan orang tuanya. Bahkan diapun bercerita bahwasanya ada kebiasaan keluarganya ketika berdoa selalu mendoakan seluruh keluarganya. Hal tersebut selalu dilakukan keluarganya mulai dari kakek moyang sampai sekarang ini.
Dari hal tersebut muncullah pemikiran saya tentang doa turunan. Konsep itu ada dan benar adanya. Dimana ada teori yang menyebutkan bahwa jika ingin doa kita terkabul maka kita harus mendoakan orang tua kita dan juga saudara-saudara kita. Hal tersebut agar doa kita dapat terkabulkan. Dan itulah yang saya sebut dengan doa turunan.
Dari dua konsep tersebut di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwasannya untuk menghindari dosa turunan maka kita harus melakukan doa turunan. Hal ini merupakan unsur positif yang harus kita jaga. Agar kita selalu ingat kepada para leluhur kita ketika kita berdoa. Janganlah kita bersifat memikirkan individu kita sendiri tetapi kita juga harus mengingat dan menghormati para leluhur kita. Tanpa adanya mereka mungkin kita tidak akan ada di dunia ini. Selagi hal tersebut positif maka tidak ada salahnya kita tetap menjaga doa turunan untuk mengurangi terjadinya dosa turunan.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply